Pandeglang Tampung Sampah Tangsel-Serang Meski Sulit Kelola Sampah Sendiri

DLH Pandelgang menghadapi tantangan yang besar dalam mengelola sampah yang dihasilkan oleh warga setiap hari. Dalam 24 jam, mereka harus menanggung sekitar 550 ton sampah tapi hanya mampu mengolah sekitar 100 ton saja.
Menurut Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang, Winarno, hanya 18 dari total 43 kecamatan di daerah tersebut yang menerima layanan pengelolaan sampah setiap hari. Saat ini, sampah dari wilayah selatan dibuang di Bojong Canar, sementara untuk wilayah kota dibuang di Bangkonol.
Menurut perhitungan saya kemarin, kabupaten ini menghasilkan total 550 ton sampah setiap hari. Jika dihitung per orang, setiap penduduk memproduksi sekitar 0,5 kilogram sampah. Namun, kami hanya mampu mengangkut sekitar 100 ton sampah saja.
Menurut Winarno, sampah yang tidak diangkut akhirnya menumpuk dan tersebar di setiap kecamatan. “Jadi masih terdapat sisa-sisa sampah di seluruh kecamatan,” katanya.
Winarno telah menyadari tantangan dalam mengumpulkan sampah yang tersebar di 17 kecamatan. Masalah tersebut disebabkan oleh jumlah armada yang terbatas untuk mengangkut sampah.
Ia kemudian menjelaskan alasan mengapa ia menampung sampah dari wilayah Kabupaten Serang dan Tangsel. Menurutnya, kedua daerah tersebut memiliki armada pengangkut sampah sendiri.
“Karena akses jalan yang lebih mudah dan truk mereka sendiri, kami tidak dapat melayani semua kecamatan. Mobil kami hanya mencukupi untuk 17 kecamatan,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Serang dan Kota Tangerang Selatan untuk mengelola sampah. Setiap hari, kami menerima 60 truk sampah, setara dengan 6 ton, dan mendapatkan pendapatan sebesar Rp 15 juta.
“Dengan 60 ton, bisa menghasilkan sekitar Rp 15 juta per hari,” demikian ucapnya.